[KLARIFIKASI] “Akun Twitter Kementerian Luar Negeri RI Unggah Video Porno”

“Pihak Kemlu pun memberikan klarifikasi melalui akun Twitternya. Kemlu menyatakan unggahan itu postingan pihak yang tak bertanggung jawab.
“#SahabatKemlu terkait adanya post yang tidak relevan di akun Twitter Kemlu. Dapat kami informasikan bahwa itu adalah spam dari pihak yg tidak bertanggung jawab. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis pihak Kemlu di akun Twitter tersebut pukul 20.01 WIB.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melakukan investigasi terkait akun Twitter miliknya yang mengunggah konten porno. Hal itu diungkap oleh juru bicaranya, Arrmanatha Nasir. Selain itu Kemlu juga bakal meningkatkan keamanannya.
“Investigasi sedang dilakukan terkait apa yang terjadi. Pengamanan akan di tingkatkan,” singkat Arrmanatha, Senin (4/12/2017), pada okezone.com.”

 

SUMBER
Media Sosial.

NARASI
“Akun twitter Kemlu RI posting film porno.. kok iso yak? 😅😅😅..”.

PENJELASAN
Akun twitter resmi milik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) @Portal_Kemlu_RI, mengunggah 2 video porno pada hari minggu (3/12). Video porno tersebut sempat beredar luas, dan Kemlu pun langsung menghapus kedua video itu sesaat kemudian. Masyarakat yang melihat memberikan tanggapan yang beragam, dan menyayangkan insiden itu bisa terjadi.
Konten pertama video porno tersebut disertai cuitan berbahasa Arab, dan konten keduanya dengan bahasa Inggris, She’s Beautiful.
Pihak Kemlu pun memberikan klarifikasi melalui akun Twitternya. Kemlu menyatakan unggahan itu postingan pihak yang tak bertanggung jawab.
“#SahabatKemlu terkait adanya post yang tidak relevan di akun Twitter Kemlu. Dapat kami informasikan bahwa itu adalah spam dari pihak yg tidak bertanggung jawab. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis pihak Kemlu di akun Twitter tersebut pukul 20.01 WIB.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melakukan investigasi terkait akun Twitter miliknya yang mengunggah konten porno. Hal itu diungkap oleh juru bicaranya, Arrmanatha Nasir. Selain itu Kemlu juga bakal meningkatkan keamanannya.
“Investigasi sedang dilakukan terkait apa yang terjadi. Pengamanan akan di tingkatkan,” singkat Arrmanatha, Senin (4/12/2017), pada okezone.com.
Dikutip dari okezone.com, Menurut pakar IT, Irvan Nasrun, meragukan jika konten tersebut adalah spam. Menurutnya, kesalahan pada unggahan kemungkinan diakibatkan oleh human error. Misalnya membuat password yang lemah sehingga mudah ditebak dan dibajak orang lain.
Kemudian, bisa juga karena pihak administrator menyimpan password di peramban (browser) yang digunakan. Dengan begitu, saat ada seseorang yang mengakses situs yang sama akan langsung terbuka pada akun milik Kemlu.
“Kalau spam tidak mungkin. Virus atau malware juga tidak mungkin. Kemungkinan pelaku sudah tahu password akunnya,” kata Irvan.
“Bisa juga karena human error karena password yang otomatis di-save. Jadi waktu diakses orang lain bisa langsung masuk,” imbuhnya.
Pengamat keamanan internet dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, melihat kejadian itu karena terkait dengan pengelolaan kredensial yang lemah, seperti dikutip dari merdeka.com. Ditambah lagi, akun-akun media sosial penting dan publik figur memang sering di incar.
“Akun-akun penting memang sering jadi incaran,” ungkapnya.
Di sisi lain, hal tersebut juga sebagai petanda pengguna internet belum sepenuhnya sadar betapa pentingnya keamanan yang terjamin. Kata Alfons, jumlah pengguna internet yang belum sadar soal keamanan memang masih besar, berbanding terbalik dengan yang sudah mengerti. Jumlahnya pun sangat kecil.
“Kurang dari 10 persen yang sudah mengerti soal kemanan internet,” jelasnya.

REFERENSI
(1) http://www.tribunnews.com/nasional/2017/12/04/akun-twitter-kemenlu-unggah-dua-video-porno-admin-akun-langsung-beri-klarifikasi
(2) https://techno.okezone.com/read/2017/12/04/207/1824646/akun-twitter-nya-unggah-konten-porno-kementerian-luar-negeri-lakukan-investigasi
(3) https://www.merdeka.com/teknologi/akun-twitter-kemlu-minta-maaf-soal-postingan-porno.html

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/565967300402476/